0

Manfaat Buah Kurma Menurut Sudut Pandang Medis Modern

  1. Tamr (kurma kering) berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing karena mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama ketika melahirkan.

Penelitian yang terbaru menyatakan bahwa buah ruthab (kurma basah) mempunyai pengaruh mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa systolenya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi). Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Maryam binti Imran untuk memakan buah kurma ketika akan melahirkan, dikarenakan buah kurma mengenyangkan juga membuat gerakan kontraksi rahim bertambah teratur, sehingga Maryam dengan mudah melahirkan anaknya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

“Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Rabb Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini” [QS Maryam : 25-26]

Buah kurma matang sangat kaya dengan unsur Kalsium dan besi. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang hamil dan yang akan melahirkan, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Maryam Al-Adzra untuk memakannya ketika sedang nifas (setelah melahirkan). Kadar besi dan Kalsium yang dikandung buah kurma matang sangat mencukupi dan penting sekali dalam proses pembentukan air susu ibu. Kadar zat besi dan Kalsium yang dikandung buah kurma dapat menggantikan tenaga ibu yang terkuras saat melahirkan atau menyusui. Zat besi dan Kalsium merupakan dua unsur efektif dan penting bagi pertumbuhan bayi. Alasannya , dua unsur ini merupakan unsur yang paling berpengaruh dalam pembentukan darah dan tulang sumsum.

  1. Ruthab (kurma basah) mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan-perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya . Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oxytocine yang dapat membantu proses kelahiran.
  2. Memudahkan persalinan dan membantu keselamatan sang ibu dan bayinya.
  3. Buah kurma, baik tamr maupun ruthab dapat menenangkan sel-sel saraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Oleh karena itu, para dokter menganjurkan untuk memberikan beberapa buah kurma di pagi hari kepada anak-anak dan orang yang lanjut usia, agar kondisi kejiwaannya lebih baik.
  4.  Buah kurma yang direbus dapat memperlancar saluran kencing.
  5.  Buah kurma Ajwah dapat digunakan sebagai alat ruqyah dan mencegah dari ganguan jin.
  6. Kurma sangat dianjurkan sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Ada hal yang sudah ditetapkan dalam bidang kedokteran bahwa gula dan air merupakan zat yang pertama kali dibutuhkan orang berpuasa setelah melalui masa menahan makan dan minum. Berkurangnya glukosa (zat gula) pada tubuh dapat mengakibatkan penyempitan dada dan gangguan pada tulang-tulang. Dilain pihak, berkurangnya air dapat melemahkan dan mengurangi daya tahan tubuh. Hal ini berbeda dengan orang berpuasa yang langsung mengisi perutnya dengan makanan dan minuman ketika berbuka. Padahal ia membutuhkan tiga jam atau lebih agar pencernaannya dapat menyerap zat gula tersebut. Oleh karena itu, orang yang menyantap makanan dan minuman ketika berbuka puasa tetap dapat merasakan fenomena kelemahan dan gangguan-ganguan jasmani akibat kekurang zat gula dan air.
  7. Buah kurma dapat mencegah stroke.
  8.  Buah kurma kaya dengan zat garam mineral yang menetralisasi asam, seperti Kalsium dan Potasium. Buah kurma adalah makanan terbaik untuk menetralisasi zat asam yang ada pada perut karena meninggalkan sisa yang mampu menetralisasi asam setelah dikunyah dan dicerna yang timbul akibat mengkonsumsi protein seperti ikan dan telur.
  9. Buah kurma mengandung vitamin A yang baik dimana ia dapat memelihara kelembaban dan kejelian mata, menguatkan penglihatan, pertumbuhan tulang, metabolisme lemak, kekebalan terhadap infeksi, kesehatan kulit serta menenangkan sel-sel saraf.
  10. Kurma adalah buah, makanan, obat, minuman sekaligus gula-gula.

Sumber :

Prof. Dr. Said Hammad.2003.Khasiat Kurma. Jakarta : Aqwam

http://www.id.wikipedia.org

 

0

Kurma

Image

Rasulullah SAW bersabda, “Kurma itu menghilangkan penyakit dan tidak membawa penyakit. Ia berasal dari surga. Dan di dalamnya terkandung obat.” (HR. Bukhari, Muslim)

Kurma menduduki tempat yang istimewa dihati kaum muslimin. Ia adalah obat dan makanan. Ia dianggap sebagai salah satu makanan yang paling baik yang dinasihatkan oleh Rasulullah SAW.

Meskipun harganya murah dan persediaannya selalu berlimpah di pasar-pasar, banyak ilmuwan menggelari kurma dengan manjam (tambang), karena ia memiliki banyak manfaat dan kaya dengan mineral, vitamin dan fosfor.

Kurma lebih bagus daripada zat besi dan kalsium. Bahkan beberapa butir kurma memberikan efek yang lebih besar daripada segelas penuh minuman zat besi atau satu suntikan kalsium. Hal inilah yang mendorong beberapa peneliti untuk mengatakan bahwa seandainya kurma tidak memiliki manfaat selain magnesium yang dikandungnya, maka itu cukup untuk menempatkannya dibagian paling depan makanan dan buah-buahan yang bermanfaat. Magnesium dapat menghancurkan kanker, sampai-sampai penduduk oasis yang sebagian besar adalah orang-orang miskin sama sekali tidak menderita kanker.

Pohon kurma adalah pohon yang mulia. Bukan hanya buahnya saja yang dimanfaatkan oleh penduduk berbagai wilayah di dunia, melainkan juga pelepah dan batangnya. Bagi penduduk Kerajaan Arab Saudi sendiri, kurma telah lama menjadi makanan pokok. Dan seiring dengan perjalanan waktu, perkebunan dan industri kurma terus berkembang hingga menjadi unsur penting dalam peta ekonomi nasional.

Sumber :

Prof. Dr. Said Hammad.2003.Khasiat Kurma. Jakarta : Aqwam

http://www.id.wikipedia.org

0

Pengobatan dengan Habbatussauda’ (Jintan Hitam)

Image

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ هَذِهِ الْحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلاَّ مِنَ السَّامِ. قُلْتُ: وَمَا السَّامُ؟ قَالَ: الْمَوْتُ

“Sesungguhnya habbatus sauda` ini merupakan obat dari semua penyakit, kecuali dari penyakit as-samu”. Aku (yakni`Aisyah radhiallahu ‘anha) bertanya: “Apakah as-samu itu?” Beliau menjawab: “Kematian.” (HR. Al-Bukhari no. 5687 dan Muslim no. 5727)

Habbatussauda (Nigella sativa Linn.) atau Jintan hitam adalah rempah-rempah yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Rempah ini berbentuk butiran biji berwarna hitam yang telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan, dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit. Jenis tanaman ini telah disebut-sebut sebagai tanaman obat dalam perkembangan awal agama Islam.

Habbatussauda banyak dikenal dengan berbagai nama, diantaranya black seed, black caraway, natura seed, jintan hitam, black cumin, nigella sativa, kaluduru, dll. Digunakan sebagai herbal pengobatan sejak 2000-3000 tahun sebelum Masehi dan tercatat dalam banyak literatur kuno mengenai ahli pengobatan terdahulu seperti Ibnu Sina (980 – 1037 M), dan Al-Biruni (973-1048 M), Al-Antiki, Ibnu Qayyim dan Al-Baghdadi. Ibnu Sina adalah peneliti jenius dari Timur Tengah di bidang pengobatan yang namanya tercatat di semua buku sejarah pengobatan timur maupun barat, hidup antara 980 – 1037 M, telah meneliti berbagai manfaat Habbatussauda untuk kesehatan dan pengobatan. Ahli pengobatan Yunani kuno, Dioscoredes, pada abad pertama Masehi juga telah mencatat manfaat habbatussauda untuk mengobati sakit kepala dan saluran pernapasan.

Manfaat Utama Habbatussauda :

  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan Virus, Kuman dan Bakteri
  • Mempertahankan tubuh dari serangan kanker dan HIV
  • Meningkatkan fungsi otak
  • Menyembuhkan berbagai jenis penyakit pernapasan
  • Menyembuhkan penyakit asma bronchial, bronchitis, gampang lelah, batuk kronis dan penyakit pernapasan lainnya
  • Mengatasi gangguan tidur dan stress
  • Sebagai Anti Histamin & Anti Alergi

 

Sumber :

Aiman bin ‘Abdul Fattah.2001.Keajaiban Thibbun Nabawi. Jakarta : al-Qowam

qurandansunnah.wordpress.com

majalahmuslimsehat.com/

Quote
0

“Sesungguhnya, perumpamaan orang mukmin itu seperti lebah, ia makan hal-hal yang baik (sari bunga), memberikan madu dengan cara yang baik, dan hinggap dengan cara yang baik, maka ia tidak menyebabkan patah dan tidak pula merusak.” (HR. Ahmad)

0

Pengobatan dengan Madu

madu

Dewasa ini, khasiat madu sebagai obat segala penyakit tidak perlu diragukan lagi, bahkan dunia kedokteran modern saat ini telah menetapkan selain sebagai makanan, madu juga berfungsi sebagai obat yang dapat menyembuhkan banyak penyakit. Antara lain penyakit yang dapat disembuhkan dengan madu adalah : penyakit luka-luka (al-juruh), penyakit saluran pernafasan bagian atas, pilek, penyakit-penyakit usus (al-ri’ah), penyakit-penyakit hati, lambung, penyakit jantung (al-kabidi), penyakit kulit dan mata, madu juga dapat mengobati penyakit sariawan (al-hassaiyah), menormalkan tekanan darah, penyakit ginjal, mencegah penuaan, kolesterol, kerontokan rambut, kencing batu, rematik dan madu juga dapat membunuh kuman-kuman. Serta sekarang ini banyak yang memakai madu untuk obat jerawat.

Allah berfirman tentang khasiat madu sebagai obat :

يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيْهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ

“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (Qs An-Nahl : 69)

Madu dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.Di antaranya untuk mengobati sakit perut, seperti ditunjukkan dalam hadits berikut ini:

أَنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: أَخِي يَشْتَكِي بَطْنَهُ. فَقَالَ: اِسْقِهِ عَسَلاً. ثُمَّ أَتَاهُ الثَّانِيَة فَقَالَ: اسْقِهِ عَسَلاً. ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَة فَقَالَ: اسْقِهِ عَسَلاً. ثُمَّ أَتَاهُ فَقَالَ: فَعَلْتُ. فَقَالَ: صَدَقَ اللهُ وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيْكَ، اسْقِهِ عَسْلاً. فَسَقَاهُ فَبَرَأَ

“Ada seseorang menghadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata: ‘Saudaraku mengeluhkan sakit pada perutnya.’ Nabi berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Kemudian orang itu datang untuk kedua kalinya, Nabi berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Orang itu datang lagi pada kali yang ketiga, Nabi tetap berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Setelah itu, orang itu datang lagi dan menyatakan: ‘Aku telah melakukannya (namun belum sembuh juga malah bertambah mencret).’ Nabi bersabda: ‘Allah Mahabenar dan perut saudaramu itu dusta. Minumkan lagi madu.’ Orang itu meminumkannya lagi, maka saudaranya pun sembuh.” (HR. Al-Bukhari no. 5684 dan Muslim no. 5731)

Berbagai jenis enzim terdapat dalam madu, diantaranya adalah diastase, invertase, katalase, peroksidase dan lipase. Madu adalah jenis makanan alami yang paling tinggi kadar enzimnya. Enzim-enzim katalase berperan memecahkan peroksida, suatu ransum limbah metabolisme (radikal bebas) yang mempercepat proses penuaan.

Manfaat atau khasiat madu antara lain :

  • Mudah diserap (diabsorpsi) oleh usus
  • Memberikan kekuatan (energi), yang dalam satu kilogram madu dapat memberikan 3.250 kalori.
  • Tidak merobek dinding-dinding bagian dalam dari alat-alat pencernaan.
  • Mempunyai pengaruh secara alamiah melalui proses perlahan-lahan sehingga membantu selama penyembuhan berbagai penyakit-penyakit dalam tubuh.

Madu juga lebih aman untuk digunakan dibanding obat yang mengandung bahan kimia, serta termasuk dalam natural health foods. Bahkan dari berbagai negara yang paling gemar mengkonsumsi madu adalah masyarakat Jerman Barat dan Swiss. Dan terbukti kedua Negara memiliki rata-rata umur penduduk yang paling tinggi.

Sumber :

Prof. Dr. Said Hammad.2003.99 Resep Sehat dengan Madu. Jakarta : Aqwam

Quote
0

Doa-doa yang dibaca Rasulullah SAW ketika sakit :

“Ya Allah, Rabb-nya Manusia. Penghilang segala yang menakutkan, sembuhkanlah, sesungguhnya Engkau maha penyembuh, tidak ada yang dapat menyembuhkan kecuali Engkau. Sembuhkanlah dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit apapun”. (HR. al Bukhari, abu Dawud dan al Tirmidzi)